Thursday, October 2, 2014

Cara Budidaya Ikan Nila Terbaru



Ikan Nila (Oreochromis sp) merupakan salah satu komoditas perikanan yang sangat popular di masyarakat. Selain harganya murah, rasanya enak, kandungan proteinnya juga cukup tinggi.
Ikan Nila berasal dari benua Afrika dan pertama kali didatangkan ke Indonesia pada tahun 1969. Ikan tersebut merupakan pemakan segala (omnivora) yang mudah berkembang biak, sangat toleran terhadap lingkungan serta tahan terhadap serangan penyakit. Dengan berbagai kelebihan dibanding jenis-jenis ikan lainnya, ikan nila mudah sekali diterima oleh masyarakat sehingga dalam waktu singkat sudah menyebar ke seluruh pelosok tanah air.
Jenis ikan nila yang beredar di Indonesia, antara lain nila hitam (T.69, Citralada, GIFT, Aurea), Nila merah (hibrida), Nila JICA, Nila NIRWANA, dan Nila GESIT.

Klasifikasi:
Filum                : Chordata
Sub Phylum     : Vertebrata
Kelas                : Pisces
Sub Kelas        : Acathoptergii
Suku                  : Cichildae
Genus              : Oreochromis
Spesies           : Oreochromis sp

Secara morfologis, ikan Nila memiliki bentuk tubuh pipih, sisik besar dan kasar, kepala relatif kecil, garis linea lateralis terputus dan terbagi dua, yaitu bagian atas dan bawah, mmiliki 5 buah sirip dengan rumus D.XVII.13; C11-18; V.I.5; P.11-15; A.III.10-11.
Banyak ditemukan di perairan tenang seperti dananu, rawa dan waduk.
Toleransi terhadap perbedaan lingkungan sangat tinggi, dapat hidup pada salinitas 0-29 ‰; suhu 14-38°C; ph 5-11.
Merupakan ikan omnivora dan sangat menyenangi pakan alami berupa Rotifera, Daphniasp, Benthos, perifiton dan fitoplankton. pellet, dedak, dll.

Teknis Budidaya Ikan Nila
1. Lokasi
       Ikan Nila dipelihara di dataran rendah sampai tinggi (500 m dari permukaan laut). Sumber air tersedia sepanjang tahun dengan kualitas air tidak tercemar bahan kimia beracun, minyak atau limbah pabrik dan tidak terlalu keruh. Kedalaman air minimal 5 m dari dasar jaring pada saat surut terendah, kekuatan arus 20-40 cm/detik.

2.  Kualitas Air
       Persyaratan kualitas air untuk pembesaran Ikan Nila antara lain pH air antara 6,5-8,6 dan suhu air berkisar 25-30oC. Oksigen terlarut (DO)>5 mg/l (ppm). Amoniak (NH3)<0,02 ppm.

3.  Wadah Budidaya
       Wadah untuk budidaya pembesaran adalah Karamba Jaring Apung (KJA) adalah 4x4x3 m3. Spesifikasi KJA adlah pelampung terbuat dari bahan styrofoam atau drum, bentuk silindris dan jumlah pelampung minimal 8 buah/jaring. Lalu tali jangkar terbuat dari bahan polyetiline (PE), panjang 1,5 kali kedalaman perairan, jumlah 5 utas/jaring diameter 0,75 inchi.
       Jangkar terbuat dari bahan besi/balok beton/batu, bentuk segiempat, berat min 40 kg/buah dan jumlah 5 buah/jaring. Sementara jaring terbuat dari bahan polyetiline (PE 210 D/12), ukuran mata jaring 1 inchi, ukuran jaring 7x7x2,5 m3.
       Luas peruntukan areal pemasangan jaring maksimal 10% dari luas potensi perairan atau 1% dari luas perairan waktu surut terendah. Jumlah luas jaring maksimal 10% dari luas areal peruntukan pemasangan jaring.

4.  Proses Persiapan
            Sebelum ditebar benih direndam dalam larutan Kalium Permanganat dosis 4-5 ppm Selama 15-30 menit. Adaptasi suhu dilakukan agar suhu pada kemasan ikan sama suhu di KJA dengan cara merendam wadah kemasan benih ke KJA selama 1 jam. Penebaran benih sebaiknya dilakukan pada pagi hari.

6.  Proses Pemeliharaan
          Lama pemeliharaan adalah 4 bulan dengan tingkat kelangsungan hidup (SR) 80 %. Pakan yang diberikan berupa pellet apung dengn dosis 3-4% dari biomassa ikan. Frekuensi pemberian pakan 2-3 kali sehari dengan rasi konversi pakan (FCR) 1,2.

7.  Proses Panen
              Ukuran panen nila adalah 500 gr/ ekor. Panen dilakukan pada pagi hari untuk mengurani resiko kematian dari ikan yang dipelihara. Perlu diperhatikan agar ikan sampai ke konsumen dalam keadaan hidup dan segar, hendaknya dalam pengangkutan gunakan air yang bersuhu rendah sekitar 20oC. Waktu pengangkutan sebaiknya pada pagi hari atau sore hari. Jumlah kepadatan ikan dalam alat pengangkutan tidak terlalu padat.


Umpan Pakan Nila Yang Jitu


Untuk memancing nila, selain mengandalkan umpan alami, tentu butuh treatmen agar umpan disambar.Yaitu dengan pemberian aroma.
1. Umpan lumut
Umpan lumut, idealnya memang alami tanpa pemberian aroma. Tetapi, pada kondisi tertentu, ikan lebih memilih yang beraroma. Caranya, tetesi esens.
Esens sendiri, banyak dijual di toko pancing. Dan berbagai aroma.
Yang standar, ikan nila suka aroma esen coya. Esen ini cukup jitu dipakai dalam kondisi air cukup hangat dan matahari bersinar. Ketika masih pagi atau suhu dingin, esens yang menjadi favorit pemancing adalah cocopandan dan pisang ambon.
Seninya, adalah bagaimana Anda meramu esen sehingga ikan mau menyantap umpan anda. Setiap spot kesukaan ikan lain-lain. Coba temukan. Setidaknya, yang umum adalah,
Dua tetes cocopandan, setengah sendok teh vanili, dua tetes coya, dan dua tetes stawberi.
Di sisi lain, kita juga bisa memakai esens alami. Yang kerap digunakan adalah air rebusan bekicot, memberikan mentimun, atau juga memberi dua atau tiga buah nangka.
Beberapa bahan jajanan yang ada baiknya dicoba untuk esen.Vegeta rasa jeruk, pop ice rasa durian, bisa dipakai untuk memancing di waduk telaga, sedangkan minyak wijen bisa dipakai saat memancing di kali. Tetapi, yang paling favorit adalah vanili. Bahan yang dipakai untuk campuran kue ini cukup diminati di berbagai spot memancing.
Adapun garam, berfungsi untuk melembutkan lumut. Tapi, pada dasarnya, garam itu membunuh lumut itu sendiri. Jadi, kemungkinan lumut hanya bertahan sekitaran 2 jam saja.
Bisa juga memakai bahan kimia, sebagai esen. Shampo sunsilk hitam, jika dicampurkan ke air lumut, maka ikan-ikan kecil tak akan memakan lumut. Beberapa tetes detol bisa jadi mengundang ikan untuk menyantap lumut. Bahkan, betadhine cair kadang disukai ikan nila, di spot-spot tertentu.
2. Cacing.
Ada baiknya Anda merencanakan mancing nila seminggu sebelumnya. Yaitu dengan membeli atau mencari cacing merah terlebih dahulu.
Siapkan pot bunga ukuran sedang, kasih tanah. Bagian bawah dan sekeliling permukaan atas kasih sabun colek warna biru, agar cacing tak kabur.
Masukkan cacing merah, kasih tanah sedikit, lalu taruh beberapa iris semangka (kurang lebih 200 - 300 mg). Biarkan selama satu minggu, agar cacing merah menyantap semangka itu. Barulah dipakai untuk memancing nila.
Sekedar informasi. Jika buah yang jadi makanan cacing melon, biasa digunakan untuk mancing lele dan bawal. Buah Mangga untuk mancing bawal. Durian untuk mancing patin. Jika memancing di alam liar, juga bisa diberi ampas kelapa



Budidaya Ikan Gurami Terbaru Oktober 2014

Pada kesempatan kali ini saya akan membagikan untuk anda Cara Budidaya Pembesaran Ikan Gurami. Ikan Gurami memiliki nama latinOsphronemus Goramy. Sejenis ikan air tawar yang populer dan disukai untuk dikonsumsi karena rasanya enak dan lezat. Apalagi kalau dikolaborasikan dengan bumbu masakan yang nikmat. Ikan yang satu ini memiliki nama lain atau kadang disebut dengan gurame, grameh, kalui, ikan kali, dan lain-lain.

Ikan Gurami harganya cukup mahal per kilonya. Yang anda perlu ketahui mengenai ikan ini adalah bentuknya yang lebar dan pipih, sirip perut pada jari pertama pendek berupa duri dan jari kedua lentur panjang berupa cambuk. Panjang tubuh 2x tinggi tubuh dan menurut orang ikan ini bisa mencapai panjang total dari ujung kepala sampai ekor 1m. Dulu biasanya dipelihara sebagai ikan hias di akuarium.


Cara Budidaya Pembesaran Ikan Gurami


Sebenarnya Budidaya Ikan Gurami tidak susah karena biasanya hidup disungai, rawa, air payau. Jadi kalau Dibudidayakan di kolam sangat mudah. Selain itu Ikan Gurami dimanfaatkan sebagai pengendali gulma di kolam, karena sifatnya rakus tumbuhan air. Jadi untuk pakan saya rasa mudah, tapi selain itu ikan ini juga kadang memangsa serangga dan ikan kecil. Langsung saja, Cara Budidaya Pembesarannya sebagaimana berikut ini :

Secara garis besar, Ternak Ikan Gurami dibagi dalam 3 bagian utama. Adapun ketiga bagian tersebut adalah Pembibitan, yaitu menyiapkan induk gurami (jantan dan betina) untuk dipijahkan. Pendederan, yaitu menetaskan telur menjadi larva hingga beratnya kira-kira 125 gram per ekor. Pembesaran, yakni proses membesarkan dari ukuran pendederan hingga 1/2 - 1 kg per ekor.

Kenapa Pembudidaya langsung pada proses pembesaran?? Karena peluang usahanya pada proses tersebut. Yang dibutuhkan pastinya kolam guna membesarkan. Biasanya orang memakai kolam terpal/plastik, tapi selain itu juga bisa mengunakan kolam tanah maupun yang terbuat dari semen. Jadi terserah selera anda saja. Yang perlu diperhatikan adalah ukuran kolamnya. Dianjurkan berukuran 6x10m dengan kedalaman 1,2-1,5m karena ketinggian air yang dibutuhkan antara 80-100cm.

Dengan kolam di atas bisa ditebarkan bibit minimal 3000 ekor dan maksimal 10000 ekor, Bibitnya sendiri berukuran 5 cm per ekor atau kurang lebih sudah berumur 2 bulan. Biasanya Pembudidayaan Ikan Gurami selama minim 6 bulan, itu kira-kira ikan berbobot 125gram per ekor dan biasanya sudah layak untuk dikonsumsi. Bahkan ada yang sampai 500gram per ekor kurang lebih berumur 10-12 bulan. Untuk pakan diberikan pakan hijauan berupa cacahan daun kangkung, daun bira/sente, talas/keladi dsb.

Kurang lebihnya penjelasan Cara Pembesaran Ikan Gurami seperti yang sudah terangkum dalam artikel dari Informasi Segala Budidaya di atas. Semoga berguna dan pastinya bermanfaat untuk anda semua. Tidak lupa juga saya ucapkan semoga berhasil dan sukses jika anda mencobanya di rumah. Saya akhiri sekian dan terima kasih.

Cara Budidaya Ikan Patin Terbaru Oktober 2014


A.Persiapan kolam

Pada persiapan kolam dilakukan antara lain ;
Pengolahan tanah dasar kolam meliputi pencankulan/pembajakan tanah dasar kolam dan meratakannya. Pematan kolam diperbaiki, menutupi bagian-bagian kolam yang bocor
.
Memperbaiki parit/kemalir dan kubangan untuk tempat persiapan pemanenan.
Penaburan kapur pertanian dengan dosis antara 20-200 gram/meter persegi (tergantung keadaan kolam). Untuk kolam yang pH-nya rendah pemakaian kapur akan lebih banyak, juga sebaliknya. Tanah yang pH-nya sudah cukup baik pemberian kapur sekedar untuk membasmi hamadan penyakit yang mungkin ada di kolam.
Pemasangan saringan pada pintu pemasukan dan pintu pengeluaran air untuk mencegah agar ikan tidak lolos/keluar.
Pengisian air dengan ketinggian 1-1,5 meter biarkan selama 1 (satu) minggu. 
Satu minggu setelah pengisian air, kemudian dilakukan pemupukan dengan TSP sebanyak 22 gram/meter persegi.
Satu minggu kemudian dilakukan penebaran benih.



B. Penebaran Benih 

Benih yang di besarkan di kolam sebaiknya berukuran seragam 40-50 gram/ekor dengn padat penebaran 8-15 ekor/m2.

C. Pemberian Pakan

Pakan yang diberikan selama masa pemeliharaan adalah 2-3% dari berat total ikan perhari. Frekuensi pemberian pakan 2 (dua) kali sehari dengan waktu pemberian pagi dan sore hari.

D. Pencegahan Hama dan Penyakit 

Untuk pencegahan hama dan penyakit sebaiknya benih ikan patin jambal yang akan ditebar dicucihamakan terlebih dulu dengan KMn04 atau PK ( Kalium Permanganat) dengan dosis 35 gram/m3 selama 24 jam atau dengan formalin dosis 25ppm selama 5-10 menit.



VI. PANEN Masa pemeliharaan ikan patin jambal dapat berfariasi tergantung dari ukuran awal benih yang ditebar dan berat ikan yang diinginkan serta permintaan pasar.

Pengalaman pembudidayaan ikan menunjukkan untuk mencapai ukuran berat 1 (satu) kg/ekor dengan berat awal tebar 50 gram/ekor memerlukan waktu selama 7-12 bulan.

Pemanenan dapat dilakukan dengan 2 (dua) cara, yaitu pemanenan secara bertahap dan total. Pada pemanenan bertahap dilakukan dengan cara menyurutkan air sedikit demi sedikit lalu memilih ikan-ikan yang siap untuk dipanen dan dapat di gunakan dengan jala. Setelah selesai pemanena lalu air di isikan kembali seperti semula. Sedangkan pada pemanenan total dilakukan dengan cara pengeringan kolam sehingga ikan mengumpul pada parit dan kubangan dengan demikian dengan mudah ditangkap menggunakan serok atau jaring.

Sebaiknya ikan yang selesai di panen disimpan di tempat penampungan sementara sambil menunggu pengangkutan kepasar ikan.

Produk -  Produk NATURAL NUSANTARA (NASA) yang digunakan:

Viterna Plus(Vitamin Ternak Natural) 500 cc

Hormonik (Hormon Organik) 100 cc

Natural TON (pupuk Tambak Organik Nusantara) 250 gr

1 botol VITERNA + 1 botol Hormonik = 600 cc = cukup untuk campuran 150 Kg pakan apa saja. Untuk menghemat biaya pilih pakan yang paling murah, misalnya dedak / bekatul. Meski pakannya biasa-biasa aja namun jika dicampur suplemen Viterna plus + Hormon Organik kebutuhan protein & nutrisi sudah lebih dari mencukupi. Tidak perlu pilih-pilih pakan terapung segala, meski pakan tenggelam kalau nafsu makan ikan bagus pasti dilahap sampai habis.

Cara pakai:

VITERNA Plus& HORMON ORGANIK digunakan sebagai suplemen campuran pakan ikan. Campur jadi satu wadah, 1 botol VITERNA Plus500 cc + 1 botol HORMONIK 100 cc. Kemudian ambil 1 tutup (10 cc) campur dengan 2,5 Kg pakan apa saja. Cukup diberikan 1 x sehari.

Natural TON (Pupuk Tambak Organik Nusantara) digunakan sebagai pupuk kolam / tambak. Campurkan air 10 liter + 1 sendok makan Natural TON siram-siramkan secukupnya setiap 2 minggu / 1 bulan sekali.

Tips & trik:

Jika ingin target hasil panen optimal, target bobot 1 Kg per ekor. Caranya campur jadi satu wadah, VITERNA plus + PUPUK ORGANIK CAIR (POC) NASA + HORMON ORGANIK. Campur 10 cc dengan pakan apa saja. 1 x sehari.

1 botol VITERNA Plus500 cc+ 1 botol POC NASA 500 cc + 1 botol HORMONIK = 1.100 cc = cukup untuk 300 Kg pakan = cukup untuk sekitar 200 ekor.

Manfaat Viterna Plus + Hormonik 

Meningkatkan nafsu makan ikan, ikan tidak stress, sehat, tahan penyakit, angka kematian sangat rendah, menghasilkan daging ikan bermutu tinggi karena rendah kolesterol.

Manfaat Natural TON (Pupuk Tambak Organik)

Cepat menumbuhkan plankton sebagai pakan alami yang disukai ikan, menetralkan & menguraikan senyawa beracun / gas-gas beracun berbahaya, menyelaraskan ekosistem tambak / kolam, mempercepat pertumbuhan ikan, menyediakan suplai oksigen terlarut dalam air sehingga ekosistem kolam manjadi sehat.

Budidaya Ikan Nila Merah Di Jaring Apung Di Laut Terbaru Bagian 2

3.Pemberian Pakan
Ikan nila merah disamping bersifat herbivora juga bersifat omnivora sehingga dapat diberikan pakan buatan (pellet). pakan buatan yang diberikan adalah pellet dengan kandungan protein 26-28 sebanyak 3% per berat badan perhari dengan frekuensi pemberian pakan 3 kali sehari yaitu pagi, siang, dan malam.
4. Perawatan Wadah
•Ganti keramba setiap bulan
•Bersihkan keramba dengan menjemur terlebih dahulu untuk memudahkan pelepasan fouling
•Pembersihan dapat dilakukan dengan penyikatan atau penyemprotan dengan pompa bertekanan tinggi
•Polikultur dengan ikan beronang dapat mengendalikan lumut dan alga yg menempel pada jaring
•Pemberian beberapa ekor bintang laut dalam keramba dapat mengendalikan perkembangan populasi kekerangan
PENYAKIT DAN PENCEGAHANNYA
Untuk mengetahui jenis penyakit dan cara pencegahannya diperlukan diagnosa gejala penyakit. Gejala penyakit untuk ikan nila merah yang dibudidayakan dapat diamati dengan tanda-tanda sebagai berikut:
a). Penyakit pada kulit dengan gejala pada bagian tertentu berwarna merah, berubah warna dan tubuh berlendir.
Gejala penyakit ini dikendalikan dengan: (1) merendam dalam larutan PK (Kalium Permanganat) selama 30-60 menit dengan dosis 2 g/10 liter air, pengobatan dilakukan berulang 3 hari kemudian. (2) Merendam dalam Negovon (Kalium Permanganat) selama 3 menit dengan dosis 2-3,5%.
b.) Penyakit pada insang dengan gejala tutup insang bengkak, lembar insang pucat/keputihan, pengendalian sama dengan di atas.
c.) Penyakit pada organ dalam dengan gejala perut ikan bengkak, sisik berdiri, ikan tidak gesit, pengendalian sama dengan di atas.
Secara umum hal-hal yang dilakukan untuk dapat mencegah timbulnya penyakit pada budidaya ikan nila merah di KJA adalah: (1) hindari penebaran ikan secara berlebihan melebihi kapasitas, (2) pemberian pakan cukup, baik kualitas maupun kuantitasnya. (3) hindari penggunaan pakan yang sudah berjamur.
PANEN
Padat penebaran 500 ekor/m³ dan lama pemeliharaan 3 bulan, dapat dipanen ikan nila merah dengan produksi 85 kg/m³ dan sintasan 84%.
Pemanenan ikan di KJA mudah dilakukan namun harus hati-hati untuk mencegah terjadinya luka akibat gesekan atau tusukan sirip ikan lainnya, yaitu dengan mengangkat dasar keramba perlahan-lahan. Salah satu sisi keramba harus tetap berada dalam air untuk memungkinkan ikan berkumpul.
Seleksi ukuran dapat dilakukan terhadap ikan yang sudah terkumpul di sisi keramba dan ditangkap dengan menggunakan seser secara perlahan-lahan. Sistem pemanenan dapat dilakukan secara total atau selektif tergantung dari krbutuhan.

Budidaya Nila Merah Di Jaring Apung Di laut Terbaru Bagian 1


Ikan nila merah mampu hidup pada perairan tawar,payau dan laut. selama ini produksi ikan nila merah sebagian besar masih diproduksi dari hasil budidaya air tawar. Karena mampu beradaptasi pada kondisi perairan dengan rentang salinitas yang lebar maka ikan nila merah berpotensi untuk dibudidayakan di laut dengan sistem KJA.
Ikan nila merah mempunyai keunggulan antara lain:
(1) ikan nila merah respons terhadap pakan buatan (2) pertumbuhan cepat (3) dapat hidup dalam kondisi kepadatan tinggi (4) nilai perbandingan antara konsumsi pakan dan daging yang dihasilkan lebih rendah (5) tahan terhadap penyakit dan lingkungan perairan yang tidak memadai (6) rasanya enak dan banyak digemari masyarakat.
PERSYARATAN LOKASI
Beberapa aspek yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan lokasi budi daya diantaranyafisika, kimia dan biologi perairan. Ketersediaan bahan untuk rakit dan keramba, kemudahan mendapatkan benih dan pakan, daya serap pasar serta keamanan juga mesti diprhatikan. Teluk yang terlindung dari ombak dan badai memiliki pola penggantian massa air yang lancar dan bebas pencemaran baik dari limbah industri maupun limbah rumah tangga.
Beberapa kriteria peubah lingkungan untuk budi daya ikan nila merah dalam KJA yaitu salinitas 0-33 ppt, (asal perubahan salinitas harian tidak lebih 10ppt) temperatur 25-32°c, pH 6,5-8,5, oksigen terlarut 4-8 ppm, kecepatan arus 10-20 cm/dt, tinggi gelombang <1m, kecerahan >3m, dan kedalaman air 10-20 m.
DISAIN DAN KONSTRUKSI WADAH
1.Rakit
Sebagai tempat keramba dapat dibuat dari kayu, pipa besi anti karat atau bambu.
2.Pelampung
-Berupa drum plastik volume 200 liter.
-Satu unit KJA berukuran 5x5 m memerlukan 8-9 pelampung.
3.Pengikat
-Pengikat rakit bambu8 sebaiknya digunakan kawat yang berdiameter 4-5 mm.
-Rakit yang terbuat dari kayu atau pipa besi sebaiknya disambung dengan sistem baut.
-Untuk mengikat pelampung ke rakit, digunakan tali plastik yang berdiameter 5-6 mm.
4.Jangkar
berfungsi untuk menjaga rakit tidak terbawa arus.
5.Keramba
Keramba dibuat dari trawl yang bahannya dari polythene. ukuran mata jaring tergantung dari ukuran ikan yang akan di budidayaka.
6.Pemberat
-Berfungsi sebagai penahan arus agar jaring tetap simetris.
-Pada setiap sudut harus diberi pemberat dari batu timah atau semen cor (2-5 kg).
PENGELOLAAN BUDI DAYA
1. Pengadaan dan Pengangkutan Benih
a) Pengadaan Benih
Benih nila merah didatangkan dari balai benih dengan memesan benih nila merah yang unggul dengan ukuran yang seragam. Apabila ingin melakukan budidaya secara monoseks dipesan benih yang berjenis kelamin jantan. Ikan nila merah jantan lebih cepat tumbuh dan mempunyai ukuran lebih besar dari betina dengan waktu pemeliharaan yang sama.
b) Pengangkutan Benih
Apabila pengangkutan membutuhkan waktukurang dari 4 jam sebaiknya dilakukan dengan sistem terbuka. sedangkan apabila lebih dari 4 jam, pengangkutan dapat dilakukan dengan sistem tertutup menggunakan kantong plastik yang ditambahkan oksigen.
2. Penebaran Benih
Penebaran benih dilakukan pada pagi atau sore hari. Sebelum penebaran harus diperhatikan kondisi kualitas air. Bila kualitas air air pengangkutan beda dengan kualitas air lokasi budidaya, maka perlu dilakukan adaptasi secara perlahan-lahan terutama terhadap salinitas dan suhu. padat tebar yang optimal untuk diaplikasikan adalah 500 ekor/m³ dengan berat awal benih 15-20 g/ekor dan waktu pemeliharaan 3 bulan untuk sistim budidaya tunggal kelamin (jantan saja).

Budidaya Ikan Nila Di kolam




Ikan Nila (Tilapia nilatica) merupakan ikan sungai atau danau yang sangat cocok dipelihara di perairan tenang seperti kolam. Toleransi terhadap kadar garam sangat tinggi sehingga sering juga dijumpai di perairan payau seperti tambak. Secara alami ikan nila memakan plankton dan tumbuhan air yang lunak bahkan cacing.

Ikan nila di alam siap memijah bila sudah berumur 4 bulan dengan panjang sekitar 9,5 cm, pembiakan bisa sepanjang tahun tanpa musim. Induk betina bisa menghasilkan 250 sampai 1.000 butir telur dan akan menetas dalam 3-5 hari di dalam mulut induk betina (tergolong ikan Mouth Breeder).

Ciri induk jantan dan betina adalah:
  1. Dagu nila jantan berwarna kemerahan atau kehitaman, dagu nila betina berwarna putih
  2. Sirip dada nila jantan berwarna coklat kemerahan, sirip dada nila betina berwarna kehitaman
  3. Perut nila jantan berbentuk pipih dengan warna kehitaman, betina perutnya menggembung dan berwarna putih
  4. Alat kelamin nila jantan berbentuk meruncing, betina berbentuk seperti bulan sabit

Untuk pemeliharan di pekarangan bisa dilakukan pada kolam semen atau kolam tanah, daerah pasang surut seperti Banjarmasin bisa dipakai jala agar ikan tidak keluar pada saat air pasang. Sebaiknya tinggi air kolam 50-70 cm. Ikan nila dapat dipelihara dengan tingkat kepadatan yang lebih tinggi diganding dengan ikan mas, kepadatan ikan nila pada kolam 10-15 ekor per m persegi dengan ukuran 6-7 cm. Ikan nila mau makan apa saja, seperti sisa makanan, dedak, daun-daunan atau pelet. Ikan nila bisa dikonsumsi bila ukuran berat mencapai 100 gr.